CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu – Pabrik kulit Magetan masih berdiri sampai sekarang. Bangunan-bangunan tua yang belum diremajakan masih ditempati.
Tempat-tempat yang memancarkan kesan mistis saat malam.
Tak sedikit orang melihat penampakan saat malam hari. Salah satunya Sukir (22) seorang bujang dari asal Jogja.
Ia merantau ikut pamannya, salah satu pemilik pabrik kulit di Magetan.
“Gara-gara penampakan ini aku akhirnya pilih ngekos aja, Mas. Lha mess yang dibuatin Pakde ternyata horor banget. Nggak cuma sekali loh aku liat penampakan.”
Malam hari setelah lelah bekerja seharian Sukir tidur cepat. Azan isya belum terdengar tapi ia sudah tepar kelelahan.
Tengah malam Sukir terbangun. Napasnya terengah-engah, wajahnya pucat. Keringat sebesar biji jangung membasahi dahinya.
“Aku mimpi buruk, Mas. Di mimpi buruk itu aku lagi kerja. Ada mbak kunti nongol di depanku. Kaget, aku melonjak sampai kebangun.”
Saat membuka mata, Sukir menatap langit-langit kamar mess-nya. Untung tidak ada apa-apa. Untungnya cuma mimpi.
Sukir bernapas lega, mengelap keringat dingin yang membasahi wajahnya.
Kata orang-orang dulu, kalau mimpi buruk kita harus pindah posisi agar mimpi buruk tidak terjadi lagi.
Baca Juga: Cerita Misteri Korban Kecelakaan Kereta Api Gentayangan, Teror Terjadi Usai Insiden Dua Tahun Lalu
Sukir memutar tubuhnya, miring ke kanan. Di posisi miring Sukir baru melihatnya.
“Mbak Kunti di sebelahku, Mas. Jaraknya deket, cuma beberapa senti. Wajahnya kosong, tatapan matanya ngeri. Tersenyum lebar sampai ujung bibirnya sampai telinga. Baunya busuk kayak bangkai.”
Sukir melonjak lagi sampai badannya bangun dari kasur lantai. Membuka kasar pintu mess kamarnya dan lari sekuat tenaga.
Tuyul
Kisah misteri juga pernah dialami salah seorang satpam penjaga pabrik kulit Magetan. Ya, seorang petugas keamanan tidak cuma harus siap fisik tapi juga mental.
Bagian tugas Makmur (30) yang paling berat adalah keliling malam. Makmur tidak sendiri.
Saat keliling malam, Makmur bertemu mereka yang tak kasat mata. (*)