CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu – Zaman yang semakin modern membuat banyak pos kampling mangkrak.
Program jaga malam ditiadakan dan beberapa pos ronda jadi mangkrak.
Seperti nasib pos kampling di Desa H, Magetan. Bangunan pos kampling yang terletak di jalan sunduk sate.
Jalan sunduk sate masih dipercaya orang sebagai tempat angker.
Lokasi sunduk sate adalah pentokan pertigaan. Orang-orang percaya di tempat sunduk sate energi negatif dari 3 arah berkumpul jadi satu.
Sementara dulu, pos kampling Desa H dibangun di tempat sunduk sate agar memudahkan mengawasi 3 jalan dusun sekaligus.
Cerita horor di pos kampling jalan sunduk sate dialami Aan (22) warga asli Desa H.
“Mau janjian ketemuan sama temen, Mas. Ceritanya mau malam tahun baruan. Desa sepi karena orang-orang tahun baruan ke kota. Nah saya sama si Rifki (23) pengennya bakar-bakar aja.”
Tempat yang mereka pilih, adalah pos ronda yang lama tak terpakai.
Aan keluar rumah jam 9 malam, datang lebih dulu menunggu Rifki yang masih belanja bumbu ayam bakar.
“Bener aja dong kata orang-orang. Nyampe di pos ronda saya langsung merinding, Mas. Beda banget hawanya kayak masuk ke dunia lain. Lampu penerangannya ga bisa. Saya sendirian lagi. Saya WA si Rifki nggak dibalas-balas.”
Di kejauhan suara burung hantu terdengar, menambah kesan horor malam itu. Aan duduk di bangku depan dekat kentongan.
“Tiba-tiba ada bau gosong. Lah saya bingung, orang saya aja belum nyalain api. Nggak lama kemudian keluar bau amis. Pas saya noleh....”
Ternyata kentongan yang berada di sebelah Aan persis berubah wujud.
“Pocong!! Mukanya item gosong, Mas. Matanya melotot putih. Bau bangkai. Wah saya langsung lompat turun bangku. Lari pokoknya lari. Sampai-sampai motor saya aja saya tinggal loh.” (*)
Editor : Nur Wachid