Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Misteri Wedhus Kendit Desa Wingit Part 2, Menampakkan Diri saat Malam Sebabkan Kecelakaan

Saestu Saget • Rabu, 21 Mei 2025 | 01:35 WIB
Cerita misteri wedhus kendit tumbal proyek di Magetan.
Cerita misteri wedhus kendit tumbal proyek di Magetan.

CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu – Wedhus kendit, mitos yang masih dipercaya masyrakat khususnya di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Konon, wedhus kendit tidak muncul tanpa sebab. Ia muncul sebagai peringatan. Siapa yang melihat wedhus kendut gaib sedang dalam ancaman.

Dalam ritual Jawa, wedhus kendhit biasa digunakan untuk upacara ritual sesembahan, atau pengganti tumbal saat hendak mendirikan sebuah bangunan.

Sesuai namanya wedus kendit punya filosofi penjaga.

Seekor kambing (biasanya jantan) yang memiliki garis corak putih melingkar di perut seperti kendit/sabuk.

Cerita mistis kemunculan wedhus kendit gaib pernah begitu terkenal di salah satu desa wingit yang berada di Kabupaten Magetan.

Pak Amin (45) malam dini hari terpaksa keluar rumah demi mencarikan sate ayam istrinya yang nyidam.

Ia melewati sebuah proyek strategis nasional (PSN) yang mangkrak sementara. Pilar-pilar tinggi berdiri di atas rumput ilalang tinggi.

Tidak seperti seperti malam biasanya, Pak Amin merasakan hawa aneh. Sepinya jalan terasa begitu kosong. Bulu kuduknya tiba-tiba berdiri.

Saat ingin melintasi pilar-pilar proyek, di kejauhan Pak Amin melihat garis putih. Samar karena hanya disinari lampu motornya.

Tiba-tiba terdengar suara; “Mbeeekkkkk...”

Pak Amin melonjak. Garis putih yang dilihatnya ternyata sosok kambing. Sekujur tubuhnya berwarna hitam.

Hanya garis putih yang ketara, dan sepasang mata merah menyala menatap Pak Amin.

“Takut lah. Mana ada kambing malam-malam jam 1 masih berkeliaran. Saya tancap gas. Kenceng banget, Mas. Udah jauh pun suara wedhus kendit masih dengeran. Sampai tiba-tiba. Brak!!”

Di pertigaan ujung jalan, Pak Amin tak sadar ada motor yang dikendari anak muda mabuk melaju kencang dari kanan.

Motornya ditabrak dari samping. Pak amin menghantam aspal terseret sampai beberapa meter.

“Lutut saya dijahit. Saya nggak bisa jalan hampir 2 bulan saking dalamnya luka. Kalau luka-luka yang lain saya nggak masalah. Lha ini kaki. Saya jadi nggak bisa cari nafkah. Mana istri saya lagi hamil.”

Untung orang tua pemuda yang menabrak Pak Amin mau bertanggung jawab.

“Kalau aja saya lebih peka. Wedhus kendit tadi ternyata mau memperingatkan. Saya udah ketakutan duluan.”

Masih di desa yang sama, seorang ibu-ibu juga pernah melihat wedhus kendit. 

Peringatan Untuk Satu Desa

Minem (49) seorang ibu-ibu yang rumahnya berada tak jauh dari Pak Amin. Kejadian yang ia alami, sudah cukup lama. Bahkan sebelum ada proyek strategis nasional berdiri di desa mereka.
“Ya nggak tahu, Mas. Saya nggak nyangka bakal berakhir kayak gini.” (*)

Editor : Nur Wachid
#wedhus kendit #magetan #cerita misteri