CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu – Cerita horor pocong penunggu sekolah SD Desa M berlanjut.
Bangunan sekolah yang sudah tua diimpit kuburan dan sungai, membuat kesan horor melekat.
Mbah Hargo (48) penjaga kebun yang baru kerja lima hari. Ada 3 tukang kebun sebelum Mbah Hargo. Semuanya tidak bertahan lebih dari 3 bulan.
Bukan karena beban pekerjaan, tapi karena penampakan dan hal aneh yang sering muncul di SD Desa M.
Pagi itu, setelah subuh Mbah Hargo sudah sampai di sekolah. Saat membuka gerbang sekolah, Mbah Hargo melihatnya.
“Sosoknya dibungkus kain kafan. Putih kecoklatan. Mukanya hancur, matanya melotot. Berdiri di ujung pagar liatin aku, Mas. Hahaha...”
Bukannya takut, Mbah Hargo menanggapinya dengan santai.
Ia pura-pura tidak tahu. Mengabaikan pocong penunggu gerbang sekolah yang tak lama kemudian hilang-hilang sendiri.
“Udah biasa, Mas. Barang kayak gitu kalau ditanggapin makin nongol terus. Kalau ditanya takut apa enggak? Ya takut, Mas. Anggap aja dia pengen kenalan sama saya. Hahaha...”
Sampai kini Mbah Hargo masih bertahan jadi tukang kebun di umurnya yang hampir 60.
Ia menyaksikan banyak kisah mistis lain. Salah satunya yang dialami seorang guru honorer baru.
Baca Juga: Menikmati Tenangnya Ombak di Pantai Sowan, Permata Pantai Utara Tuban
Guru Honorer Baru
Magetan – Sabri (19), baru lulus SMA tahun kemarin. Sambil kuliah, ia mencari uang tambahan jadi guru honorer di SD Desa M.
Sore itu ia kebagian piket bersih-bersih. Karena masih ada kegiatan pramuka, Sabri baru bisa membersihkan sekolah hampir maghrib.
“Sudah hampir gelap, Mas. Jalan depan sekolahan udah sepi. Nggak ada orang lewat. Saya udah kerja 2 bulan.”
Sabri mengaku sudah merasakan hawa tidak enak. Bulu kuduknya berdiri saat membersihkan kelas demi kelas.
Sepinya suasana di sekolah yang wingit membuat Sabri was-was.
“Kayak ada yang liatin. Tiap kelas yang saya masuki kayak ada yang duduk di bangku murid. Saya jadi merinding. Udah saya nggak kebanyakan mikir yang penting saya beresin kerjaan saya.”
Saat tiba di kelas paling ujung dekat kamar mandi, tiba-tiba... (*)