Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ojol Mangkal Ditemani Pocong di Pasar Sayur Magetan, Simak Cerita Misteri Ini!

Saestu Saget • Minggu, 18 Mei 2025 | 01:35 WIB
Cerita misteri Pasar Sayur, Magetan.
Cerita misteri Pasar Sayur, Magetan.

CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu – Seorang ojol tidak sadar mangkal ditemani pocong di Pasar Sayur Magetan malam-malam.

Gara-gara belum dapat penghasilan dari pagi, Iwan (37) seorang ojol asal Kecamatan Nitikan mangkal di Pasar Sayur Magetan sampai larut malam.

“Biasanya anak-anak kumpul di depan pasar sayur, Mas. Tumplek blek dadi siji (tumpah ruah jadi satu) antara ojek online dan ojek pengkolan di situ. Yang pengkolan nunggu penumpang, yang ojol nunggu orderan.”

Tapi malam tanggal 1 Mei 2025 kemarin terasa berbeda.

Iwan hanya duduk sendiri di tempat yang sudah mereka sebut markas.

“Nggak cuma ojol sama ojek doang yang sepi, jalan depan Pasar Sayur nggak biasanya sepi kayak begini juga. Saya sempet daper orderan makanan sekali. Setelah saya antar di markas masih nggak ada siapa-siapa. Aneh banget, pikirku.”

Makin malam suasana semakin tidak enak.
Lampu penerangan terasa remang, beberapa kali berkedip tak biasa.

Iwan yang masih sabar menunggu di pinggir jalan.

“Yang bikin anehnya lagi, kan markas ada di pinggir lampu merah. Deket pos polisi nggak kepake. Nah tiap orang yang liat ke arah saya ekspresinya ketakutan. Trus mereka langsung tancap gas.”

Lampu merah berganti jadi hanya menyala warna kuning berkedip-kedip. Tanda malam semakin matang.

Iwan masih duduk sendiri mengabaikan hawa tidak enak yang menyeliputinya.

“Bau mawar, tiba-tiba banget. Tapi saya nggak ada curiga apa-apa. Namanya juga pasar ya kan. Kan ada yang jualan kembang, kadang bau ikan busuk, kadang bau makanan. Macem-macem. Walaupun rada nggak masuk akal juga jualan kembang tengah malem. Siapa juga yang mau beli? Tapi saya masih tetap berpikir positif aja.”

Berjarak kurang lebih 15 menit, dari kejauhan Iwan melihat motor yang sangat ia hapali.

Motor Ridwan (28) rekan ojolnya bergerak ke arah Iwan.

Iwan pun segera melambaikan tangan.

Tapi Ridwan hanya menatap sekilas. Wajahnya ketakutan, lalu malah tancap gas semakin kencang.

“Saya pikir, ah paling Ridwan lagi buru-buru makanya nggak mampir. Padahal dia pakai jaket hijau kayak saya.”

Tidak sampai 5 menit, ponsel Iwan berbunyi.
Bukan orderan melaikan pesan whatsapps dari Ridwan yang membuat mata Iwan terbelalak.

“Koe lungguh karo pocong. (Kamu duduk sama pocong).” (*)

Editor : Nur Wachid
#pasar sayur #magetan #cerita misteri