CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu - Seorang pedangang sate kelinci Telaga Sarangan mendengar suara kuda berjalan tengah malam saat Telaga Sarangan sepi.
Ahmad (32) salah seorang penjual sate kelinci di Telaga Sarangan mendengar suara kaki kuda tengah malam di Telaga Sarangan.
Ahmad terpaksa kembali ke warungnya sate kelincinya malam-malam karena kotak uang miliknya ketinggalan.
Tidak seperti biasa, malam itu kabut pekat turun menyelimuti. Membuat Telaga Sarangan lebih gelap dan lebih seram dari biasanya.
Sepi, tidak ada pengunjung terlihat. Speed boat sudah ditepikan.
Orang-orang yang mencari nafkah di Telaga Sarangan sudah banyak yang pulang. Hanya terlihat beberapa petugas keamanan.
Teman Ahmad yang biasa begadang sampai pagi bilang kalau malam itu adalah malam jumat kliwon.
“Ya kalau nggak gara-gara ambil kotak uang saya juga nggak akan nekat, Mas. Kalau kotak saya hilang pendapatan saya seharian sia-sia dong. Saya nekat lah ke warung sendirian. Begitu sampai, saya denger tuh. Suara kaki kuda jalan.”
Sontak bulu kuduk Ahmad merinding mendengar suara langkah kaki kuda yang amat jelas.
Ahmad buru-buru mengambil kotak uangnya. Melompat naik ke atas motor lalu tancap gas.
“Awalnya cuma suara langkah, Mas. Lama-lama ada suara kudanya memekik juga. Siapa yang nggak takut coba? Mana malem-malem sendirian ya kan. Udah saya nggak mau mikir macem-macem, nggak mau nyari tahu juga langsung tancap gas pulang,” imbuh Ahmad.
Ahmad menceritakan kejadian malam itu keesokan harinya. Dan ternyata, Ahmad baru tahu kalau kejadian yang ia alami bukan hanya satu kali terjadi.
Beberapa pedagang sate temannya juga pernah mengalami hal yang sama.
“Kalau bukan suara kuda, kadang suara kera. Tapi wujud kera sama kudanya nggak ada. Ya selama kami nggak aneh-aneh di Telaga Sarangan saya yakin aman-aman aja,” ucap Sri (32) pemilik sate kelinci teman Ahmad. (*)
Editor : Nur Wachid