CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu — Seram! Desa B digegerkan teror lampor atau keranda mayat keramat yang berjalan sendiri keliling desa.
Mulanya, hanya satu, dua, warga Desa B yang melihat kereta keranda berjalan sendiri di jalan desa malam-malam. Sampai lama-lama banyak warga yang melihatnya sendiri.
Suwarno (52) salah satu warga yang kebagian ronda malam. Suasana malam itu rasanya tidak enak.
Jalan desa sangat sepi, penduduk desa tidak ada yang keluar rumah. Dan suasana jadi horor tidak seperti biasanya.
Suwarno harusnya jaga malam dengan Parno (45). Tapi karena istrinya melahirkan, Parno tidak datang.
Sampai tengah malam Suwarno mendengar suara roda menggilas aspal. Suara kendaraan tanpa mesin diiringi suara gemerincing loncong dan rangka besi.
Dari arah timur Suwarno melihatnya. Keranda peti mati keramat berjalan sendiri melintasi pos rondanya.
Warga percaya keranda keramat di desa mereka ada penunggunya. Mau disimpan di tempat paling aman, konon keranda tersebut masih kerap berjalan sendiri keliling desa.
“Wah iya bener, Mas. Saya masih suka merinding kalau inget. Keranda peti mati jalan sendiri malem-malem. Siapa yang nggak takut? Mana pas itu saya jaga malam sendiri,” ujar Suwarno.
Kejadian menyeramkan ini sudah dilaporkan Suwarno ke perangkat Desa B.
Baca Juga: Cerita Misteri Pedagang Sate Tawangmangu, Mbak Kunti Pesan 10 Porsi Sekali Makan
Tapi karena belum ada bukti nyata, perangkat Desa B belum bisa memutuskan tindakan apa yang akan mereka ambil.
“Sementara kita tampung dulu keluhan warga. Kalau nanti memang terbukti teror keranda ini benar-benar terjadi ya kita ambil tindakan tegas,” ucap T (55) kepala Desa B.
Sampai saat ini teror keranda mayat berjalan sendiri masih menghantui warga desa.
Teror yang bukan hanya menyeramkan tapi juga mengusik meresahkan ketenangan warga. (*)
Editor : Nur Wachid