Jawa Pos Radar Lawu - Beberapa tahun yang lalu, sempat Gunung Lawu dijadikan lokasi uji nyali.
Gara-gara mengikuti acara tersebut, salah satu peserta uji nyali dari luar kota hampir mati.
Ia mengaku sudah mendapatkan gangguan bahkan sebelum acara uji nyali dimulai.
Hanya karena terlanjur susah payah mendaftar dan datang jauh-jauh dari luar kota ia tetap memaksakan diri ikut uji nyali.
Robi (28) seorang pemuda asal Pati Jawa Tengah. Mengikuti uji nyali karena ingin membuktikan rumor tentang Gunung Lawu yang menakutkan beneran ada.
Sejak menapakkan kaki di lokasi yang berada di sebuah pohon besar tempat sesembahan, Robi sudah merasa tidak enak.
Beberapa kali ia melihat sekelebat bayangan di antara pepohonan dan kru.
Padahal beberapa tetua desa sudah memperingatkan, sebaiknya acara uji nyali dibatalkan karena bisa berakibat fatal untuk peserta maupun kru.
“Pas saya duduk. Lampu dimatikan sama saya ditinggalkan sendirian gangguannya rasanya makin edan, Mas. Awalnya sih cuma suara benda jatuh, suara cekikikan. Lama-lama saya lihat wujudnya. Pocong, Mas. Wah saya langsung lambaikan tangan ke kamera,” ucap Robi.
Setelah melambaikan tangan ke kamera Robi langsung dinyatakan gagal.
Sudah jauh-jauh dari luar kota, usaha Robi tak membuahkan apa-apa.
“Saya kan jadinya diperbolehkan pulang duluan. Pas saya bawa mobil pulang, kabut turun. Saya lihatnya itu jalan di depan saya jadi bercabang. Satu belok kiri, satunya lurus. Di kiri saya lihat ada pocong. Saya lurus dan akhirnya ‘brak!!’. Saya kecelakaan.”
Robi menabrak pembatas jalan.
Beruntung kecepatan mobilnya tidak terlalu kencang.
Sebab kalau sampai melewati pembatas jalan, pasti mobil Robi terjun ke jurang.
Robi hampir mati gara-gara mengikuti acara uji nyali.
Sekarang ia percaya kalau Gunung Lawu memang masih menyeramkan. (*)
Editor : Nur Wachid