Jawa Pos Radar Lawu - Hantu glundung plecek tidak hanya jadi cerita misteri belaka, tapi tidak asing lagi di telinga warga di kaki Gunung Lawu.
Kalau sudah mendengar suara itu, siapa pun pasti lari tunggang langgang.
Seorang warga menuturkan kisah menyeramkan yang ia alami tahun 2022 silam.
Ia mendengar suara glundung (benda buntar yang menggelinding dari atas) saat sedang menyiangi rumput di sawah sampai malam.
Kadir (45) penduduk asli Kecamatan Plaosan, Magetan. Kegiatannya sehari-hari seperti warga gunung lainnya, pergi ke sawah merawat tanaman sayurnya.
Saking luasnya tanah sawah milik Pak Kadir, satu hari terasa kurang. Pak Kadir lanjut menyiangi rumput sampai sorop (maghrib).
Di antara terasering dan bukit-bukit Pak Kadir mendengar suara itu. “Glundung... Glundung... Glundung.... Plecek!”
Bentuknya bulat, seperti batok kelapa utuh menggelinding dari atas bukit. Tapi saat dihampiri ternyata kepala dengan lidah menjulur panjang.
Warga Plaosan percaya setan glundung plecek menghuni ladang-lodang kosong yang jauh dari aktivitas manusia.
Ia kerap menampakkan diri saat malam atau menjelang malam hari. Tingkahnya usil, kerap muncul untuk menakut-nakuti.
“Ya dari jauh kelihatan kayak kelapa. Pikir saya, hoki banget dong haus-haus tiba-tiba dapat kelapa. Eh pas saya samperin bukan kelapa ternyata kepala. Saya lari terbirit-birit pulang.”
Setelah kejadian di ladang sore itu, Pak Kadir meriang sampai tiga hari.
Anak dan istrinya sampai mencarikan orang pintar untuk guna menyembuhkan Pak Kadir.
“Satu sisi mungkin saya kecapekan. Sawah saya di bukit-bukit, Mas. Capek naik turun berkali-kali. Kalau nggak dilihatin glundung plecek, saya nggak pulang dan bisa-bisa malah semakin sakit. Padahal anak saya udah bilang jangan pulang malam-malam.”
Ada kalanya setan muncul bukan cuma untuk menakuti-nakuti tapi juga mengingatkan. Sebab kita sebagai manusia kadang sukar diingatkan. (*)
Editor : Nur Wachid