Jawa Pos Radar Lawu - Cerita misteri seorang pendaki menemukan mayat saat buang hajat di tengah perjalanan mendaki puncak Gunung Lawu.
Ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas yang terkait. Diketahui, jenazah yang tak sengaja ia temukan telah dilaporkan hilang sejak 3 bulan yang lalu.
Arga (25) seorang pendaki asal Kota Banjarnegara Jawa Tengah tidak menyangka perjalanannya mendaki Gunung Lawu pertama kali akan diwarnai kejadian yang membuat bulu kuduknya merinding.
Ia bersama 1 orang teman sosial medianya yang berasal dari Magetan mendaki tahun 2022 lampau.
Saat malam Arga dan temannya sampai di pos 3. Arga merasakan perutnya mules.
“Karena saya baru pertama kali ya saya cari-cari tempat agak jauh dari jalur pendakian. Malu kalau dilihat pendaki lain. Saya pilih satu tempat dibalik semak menghadap jurang,” ujar Arga.
Menurut petugas pencari, memang dilaporkan ada pendaki hilang. Pencarian sudah dilakukan selama sebulan lebih namun tak juga berhasil ditemukan.
“Namanya lagi naik gunung ya kan. HP mati, sinyal nggak ada, kamar mandi di alam terbuka, saya arahin lampu senter saya ke jurang. Iseng-iseng lihat apa yang ada di sana,” lanjut Arga.
Semula Arga tidak tahu kalau yang ia temukan adalah mayat. Karena lampu senternya juga tidak terlalu memadai. Arga hanya penasaran dengan satu benda.
“Warnanya biru, pas sinar senter saya kena itu kayak berkilapan gitu, Mas. Jadi jelas logam dong atau reflektor begitu. Eh pas saya bener-bener amati ternyata tas pendaki. Ada mayatnya nggak jauh dari situ.”
Kebar penemuan mayat pendaki yang hilang menyebar cepat. Arga dan temannya dapat ucapan terima kasih yang tak terhitung nilainya dari berbagai pihak.
Terutama dari keluarga korban yang mengaku sudah ikhlas atas kepergian korban. (*)