Jawa Pos Radar Lawu - “Opo wae tak tabrak yang menjadi penghalang”, kata Cindy (21) sampai sesosok pocong muncul di hadapannya kala mendaki Gunung Lawu. Ia seketika lari terbirit-birit.
Tak ada firasat buruk yang Cindy rasakan sebelumnya. Perjalanan mendaki Gunung Lawu terasa menyenangkan. Banyak footage indah sepanjang jalur.
Cindy ditemani Lala (21) teman kuliahnya, berangkat mendaki tadi siang. Sampai malam mereka baru sampai pos 2 menuju pos 3 karena sibuk membuat video tiktok sepanjang rute pendakian.
Suasana mistis baru mereka rasakan setelah melewati pos 2. Mereka masih saja membuat suara gaduh, bertingkah tidak sopan sampai membuat kegaduhan.
Masyarakat setempat percaya Gunung Lawu menyimpan banyak kejutan tak kasat mata. Gunung yang terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah satu ini memang terkenal angker.
“Sebelumnya kami aman-aman aja. Eh pas dibagian ‘opo wae tak tabrak yang menjadi penghalang’ tiba-tiba pocong muncul di depan kami,” ujar Cindy yang ditemui di pos pemberangkatan Cemoro Kandang.
“Ya kami lari lah ngibrit.” Setelah kejadian tersebut, Cindy dan Lala turun gunung. Mereka bertemu beberapa pendaki lain yang keheranan melihat mereka lari terbirit-birit.
“Saya nggak lihat langsung penampakannya, Mas. Tapi karena Cindy lari saya juga lari lah. Pas udah jauh dari pos 2, Cindy baru cerita kalau dia tadi lihat pocong. Siapa yang nggak takut coba.” Lala menambahi.
Kini mereka mengaku kapok bikin video tiktok di tempat keramat.
Katanya “opo wae tak tabrak yang menjadi penghalang” giliran dihalang pocong lari. (*)
Editor : Nur Wachid