Cerita Misteri Jalur Pendakian Misterius Gunung Lawu
Hutan Gunung Lawu terasa mengerikan ditambah suara gending terdengarsemakin jelas. Bukan cuma Andri yang mendengarnya kini, tapi semua.
Gamelan yang dipukul tak beraturan. Suara gender yang berantakan. Rebap yang berirama sengau. Melodi yang terdengar seperti ratapan.
Mereka berempat berdiri bersamaan. Semua menoleh ke arah berbeda, mencari sumber suara.
"Siang-siang? Di tengah hutan gini?" tanya Andri kebingungan. “Ma-masa’ ada yang pentas siang-siang gini di hutan?”
Ari hanya menelan ludah. Bulir-bulir keringat dingin mulai menetas dari dahi. Ia menatap ke sekeliling,
"Nggak masuk akal. Mana mungkin ada pentas di hutan kayak gini," batin Ari.
Tiba-tiba Mila berdiri kaku. Matanya menatap lurus ke depan, ke arah rimbunan pohon membentuk lorong gelap.
"A-aku di-panggil," katanya terbata-bata. Suaranya datar. Tidak seperti Mila. Tidak seperti manusia.
Danu langsung meraih tangan Mila. "Mil! Kamu kenapa, Mil! Mila!" Tapi Mila tak menoleh.
Tubuhnya terasa dingin saat disentuh. Kaku seperti batang pohon. Kakinya mulai melangkah maju.
Mata tetap tertuju pada satu titik yang tak terlihat oleh yang lain. "Mila! Apa maksudnya?! Siapa yang manggil'?" tanya Ari, mulai panik.
Namun Mila tak menjawab. Langkahnya makin cepat, makin jauh dari rombongan. Andri menoleh ke Ari dan Danu, mengejarnya.
"MILA!" Mereka pun mengikuti. Menembus semak yang tak mereka kenal. Meninggalkan jalur setapak yang telah mereka buka dengan susah payah.
Sampai di depan jurang. Suara gending itu berhenti. Mila mematung, berbalik badan kaku. Tersenyum. (bersambung)
Editor : Nur Wachid