Cerita Misteri Pendakian Gunung Lawu
‘GLEKKK’. Mila menelan ludah, mengarahkan headlamp-nya ke sebuah pohon.
“Kalian denger yang barusan tadi nggak?” Hawa dingin terasa lain. Mila sudah sering mendaki Gunung Lawu.
Tapi mendengar burung jalak berkicau malam-malam? Baru kali ini. Bahkan sampai bulu kuduknya merinding. Suara kicaunya bukan kicau biasa.
“Gue ngerasa ada yang aneh deh, Bre.” Andri membuang napas cepat. Rokok di apitan jarinya tak berhasil menghalau kengerian yang ia rasakan.
“Gua udah ngerasa ga enak dari awal malah.” Ari akhirnya buka suara.“Besok lusa kita udah masuk kuliah. Kita mau sampai kapan kejebak di sini?” Danu menimpali.
“Kan lo juga yang ngebet bikin konten,” sahut Andri. “Konten sih konten, Dri. Tapi kalau ujung-ujungnya begini mending ga jadi.”
Ari berdiri paling pertama. Menyapu pandang ke arah semak-semak yang tadi mereka lalui sebelumnya.
“Kita putar balik aja,” suaranya datar, tapi tegas. Tak ada yang membantah. “Setuju,” gumam Andri. “Demi keselamatan kita.”
Danu setuju. Mila mengangguk, meski ekspresi wajahnya menunjukkan kecewa.“Bentar, Jalur yang kita lewati tadi?” Suara Mila menggantung. Ia yang pertama kali menyadarinya.
Baca Juga: Cerita Misteri Vila Angker Gunung Lawu Part 29, Nyawa Dibalas Nyawa
Mereka berempat diam. Saat lampu senter mengarah ke belakang—ke arah yang seharusnya jalur masuk tadi—tak ada apa-apa.
Semak liar tertutup rapat, lebih padat daripada sebelumnya. “Hilang.” (bersambung)
Editor : Nur Wachid