Cerita Misteri Penampakan di Vila Angker Gunung Lawu
WATI mematung. Seluruh tubuhnya seolah terkunci. Jantungnya menghentak liar di dalam dada. Darah mengalir deras, tapi ia masih membeku di tempat.
Sosok di bawah sana... berhenti. Lidah panjangnya menggantung kaku di ujung bibir. Ia berhenti menjilati tulang.
Sosok di bawah sanasadar, .... Wati datang. Perlahan, kepala plontosnya bergeser. Sangat pelan.
Gerakannya kaku, seperti diputar oleh engsel tua berkarat. Dan ketika wajahnya sepenuhnya menghadap ke atas, ke arah Wati.
Dunia seakan ikut berhenti. Sepasang mata putih, kosong, tak memiliki bola hitam, menatap langsung ke Wati.
Pipi cekung dalam, menyisakan bayangan tulang rahang yang tajam. Hidungnya tenggelam, menyisakan dua lubang gelap menganga.
Lalu... ia tersenyum. Senyuman menyeringai. Kedua ujung bibirnya tertarik naik, saking tingginya hingga menyentuh telinganya.
Jantung Wati berdebar cepat, napasnya terengah-engah. Sampai akhirnya, Wati berkedip.
Sosok mengerikan di bawah sana tahu-tahu sudah tidak ada. Meja makan masih sama. Piring-piring kotor yang belum dibersihkan.
Baca Juga: Cerita Misteri Vila Angker Gunung Lawu Part 1, Hari Pertama Diangkat Pembantu
‘GLEEEK...’ Keringat dingin mengucur. Sekarang pikirannya dipenuhi satu pertanyaan.
"Jangan-jangan... ini alasan kenapa Pak Cokro tadi melarangku membersihkan piring?" (bersambung)
Editor : Nur Wachid