Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Misteri Gunung Lawu: Jalak Lawu, Mata yang Mengawasi Part 6

Saestu Saget • Senin, 7 April 2025 | 00:59 WIB

Misteri Gunung Lawu.
Misteri Gunung Lawu.

Rasa khawatir menyelinap bersama kabut Gunung Lawu, sesekali Sarman seperti masih melihat burung jalak berkebatan.

Jawa Pos Radar Lawu - KETIKA menyipitkan mata, tajam pengelihatannya lagi-lagi tak menemukan apapun.

“Kalau ia muncul lagi, aku nggak akan ragu menembaknya,” umpat Sarman kesal dalam hati.

Burung jalak dari awal telah meracuni pikirannya. 

Otaknya jadi separuh tak waras. Rimbun pepohonan yang menghalangi sinar matahari menambah kesan seram rute yang belum pernah mereka masuki.

“DORRR... !!”

Sarman melonjak kaget, sontak menoleh kiri. 

“JANCUK !!” rutuk Jarwo. “Gak kena!”

Tembakan pertama Jarwo meleset. Burung Jalak yang habitatnya di Gunung Lawu terbang menghindari pelurunya begitu saja. 

“Manok ancok! (burung sial!)” ujarnya sekali lagi. “Awas ketemu sekali lagi kamu ya.”

Senapan angin kembali dikokang, mata Jarwo lagi memindai sekitarnya.

Meletusnya tembakan pertama ikut menarik senyum di bibir Sarman. 

Akhirnya, pemburuan mereka resmi dimulai. Adrenalin terpacu, jantung ikut berdebar cepat. 

Sarman tak mau kalah. Ia ingin mencicipi perasaan yang sama Jarwo rasakan.

Toh untuk ini kan mereka datang. 

Mereka pemburu burung yang sudah ulung. Nama mereka terkenal di desa. 

Persetan mitos, kepercayaan adat, atau semua hal seram yang baru tadi terjadi. Gengsi kalau mereka pulang dengan tangan kosong. 

Apalagi sudah berburu sampai Gunung Lawu.

“DOORRR!!”

“Kena?!” Jarwo berteriak dari seberang sungai. “Burung apa?”

Sarman menggeleng. Sedikit lagi, cuma kena daun.

“HAHAHA ...” Jarwo tertawa setelah tahu Sarman bernasib sial seperti dirinya. “MASIH PEMANASAN, MAN!”

Sarman tak banyak bicara. Setelah kembali memompa senapannya, ia kembali mengamati ranting-ranting pohon di atasnya.

“Aneh,” bisik Sarman dalam hati. “Aneh banget!”

Dalam diamnya, Sarman berusaha membohongi dirinya sendiri. 

Yang barusan ia bukan meleset. Sarman yakin menembak tepat sasaran.

Masalahnya, sasarannya menghilang.

Menghilang dalam arti yang sesungguhnya—bukan terbang. Tak ada daun bergoyang bekas kepakan burung atau ranting yang bergerak selepas jadi pancatan.

Seperti tak pernah ada burung di sana. 

“Atau jangan-jangan Jarwo sebenarnya juga sudah tidak ada di sana dari tadi?” tanyanya menyusul bulu kuduk merinding. 

“Atau jangan-jangan aslinya aku cuma sendirian dari awal?” (bersambung)

 

Editor : Nur Wachid
#gunung lawu #cerita misteri #jalak lawu